Anak 2 Tahun Tidak Mau Makan Sama Sekali

Anak 2 Tahun Tidak Mau Makan Sama Sekali



Perilaku 'pilih-pilih makan' ini dikarenakan oleh 2 faktor, yaitu faktor fisik & faktor psikis. Faktor fisik berarti perilaku 'pilih-pilih'/menolak makanan dikarenakan oleh gangguan fisik, misal gangguan sistem pencernaan (lambung atau usus), gangguan pada gigi geligi, masalah di perkembangan oral-motor (hal-hal yg terkait dengan mulut & pergerakannya), juga indera perasa (yg disebut dengan gangguan Sensory Food Adversion). Gangguan system pencernaan biasanya mengakibatkan anak mual setiap kali makan. Sensori Food Adversion mengakibatkan penolakan pada rasa, suhu, tekstur, & bau makanan. Sedangkan, faktor psikis berarti perilaku ini dikarenakan dari perilaku keliru, masalah mental-emosional, & kebiasaan yg kurang baik.

Anak 2 Tahun Tidak Mau Makan Sama Sekali

Ketika menghadapi anak yg susah makan, orang tua cenderung bingung ingin bertanya ke siapa. Bila kalian atau orang dekat kalian mengalami hal tersebut, segera bawa anak ke dokter. Dokter bakal memeriksa apakah anak kalian mengalami gangguan fisik ataukah tidak. Jika anak mengalami gangguan fisik, itu berarti dokter akan melakukan pengobatan. Nah, jika anak kalian tidak mengalami gangguan fisik, anak kalian harus dikonsutasikan ke psikolog. Psikolog akan melakukan pemriksaan psikis (perilaku, kebiasaan, pengalaman, dsb), lalu memberikan terapi (terapi butuh kerja sama dari orang tua). Di dalam proses terapi, anak yg ada masalah dengan susah makan juga akan dirujuk (jika dibutuhkan) ke ahli gizi supaya cakupan kebutuhan nutrisinya mencukupi.

Tips Mengatasi Anak Yang Sulit Makan

1. Variasikan menu makan anak. Kalau perlu, buat menu makan anak paling tidak selama 1 minggu untuk mempermudah ibu mengatur variasi makanan. Jadi, bunda harus berupaya memberikan makanan yg bervariasi. Apabila anak tak mau nasi, bisa diganti sama roti, makroni, bakmi, pasta, dsb.

2. Sajikan makanan yang menarik. Hal tersebut penting untuk menghindari kebosanan anak. Jangan campur adukkin makanan. Pisahkanlah nasi dengan lauk pauknya. Hias pakai aneka warna dan bentuk. Kalau perlu cetak makanan dengan cetakan kue yg lucu. Anak akan tertarik memakan makanan yg dihidangkan dengan apik/menarik. Misal sayuran, kebanyakan anak enggak suka makan sayuran. Padahal kandungan gizinya amat dibutuhkan tubuh. Untuk menyiasatinya, sayuran bisa dibuat bentuk-bentuk yg menarik. Warnanya juga mendukung untuk menarik perhatian si anak.

3. Atur makanan selingan ataupun cemilan jauh sebelum waktu makan datang. Memakan cemilan padat kalori menjelang waktu makan akan membuat anak tak merasa lapar, bahkan kenyang. Cemilan yg padat kalori, misal; permen, coklat, minuman ringan, snack ber-MSG, dsb. Akibatnya saat waktu makan tiba anak sudah kekenyangan. Cemilan yg sehat itu, misalnya; potongan buah, keju, sayur kukus,  es krim, yoghurt atau kue buatan ibu.

4. Pahami keadaan anak dengan baik & jadilah ortu yg otoritatif. Artinya, orang tua bersikap gak memaksa, tapi juga tidak membiarkan begitu saja. Bina komunikasi yg baik sama anak. Bersabarlah menghadapi anak sebab di usia >2 tahun, anak sering membangkang / gak mau patuh.

5. Berikanlah anak kesempatan memilih makanan. Jika mengajak anak ke restoran, pilih restoran yg memberikan pilihan menu makanan yg cukup sehat. Jangan terlalu sering bawa anak ke restoran fastfood. Makan ke restoran bisa juga digunakan untuk mengajar anak berperilaku baik ketika makan.

6. Kebiasaan jajan. Jajan kerapkali menggangu makanan utama anak. Jika orang tua membiarkan anak untuk memakan jajanan, maka di kemudian hari anak jadi selalu mencari jajanan. Jika anak merengek meminta makanan yg dilihat melalui iklan TV, dikasih teman atau dioleh-olehi kerabat, tanamkanlah disiplin bahwa makanan itu boleh dimakan setelah menghabiskan makanan utama. Jadi, makanan utama yg bernutrisilah yg dibutuhkan & tetap dikonsumsi.

7. Konsultasi pada dokter, ahli gizi, & psikolog keluarga kalian jika kondisi anak tidak berubah ataupun memburuk.
    Baca Juga :


Share this: