Apakah Wanita Yang Pernah Aborsi Bisa Hamil Lagi

Apakah Wanita Yang Pernah Aborsi Bisa Hamil Lagi



Saat memutuskan untuk melakukan aborsi seseorang ketakutan untuk melakukan hal tersebut padahal jika dilakukan aborsi secara medis dari tim medis yg profesional aman-aman saja. Salah satu yg membuat kekhawatiran yakni banyaknya obat-obat tradisional ataupun jamu yg dijual bebas & banyaknya klinik ilegal yg memberikan saran yg salah mengenai aborsi.

Apakah Wanita Yang Pernah Aborsi Bisa Hamil Lagi

Banyak anggapan dari masyarakat yg mengatakan bahwa jika seorang melakukan aborsi maka di kemudian hari dirinya tidak akan bisa hamil kembali atau sulit untuk mendapatkan anak. Anggapan tersebut diyakinkan setelah mendengar ataupun membaca beberapa artikel yang ada di media yg membenarkan hal tersebut. Disini kami cuma ingin memberitahukan bahwa hal itu tidaklah sepenuhnya benar sebab tidak adanya penelitian khusus yg memastikan atau membuktikan hal tersebut benar.

Ketika menghadapi kenyataan dirinya bahwa keguguran, setiap wanita tentu saja mengalami kesedihan yg luar biasa. Tapi, selain memulihkan kondisi psikis, wanita yg mengalami keguguran juga harus fokus buat memulihkan kondisi fisiknya, bagaimana caranya?

Istirahatlah setidaknya tiga empat hari kemudian boleh beraktivitas seperti biasanya. Apabila makan makananlah yg bergizi seperti yg dianjurkan pada umumnyaa, sesuai dengan kebutuhan kalori & terpenuhi kebutuhan protein vitamin & mineralnya..

Dan, untuk hubungan private suami istri, minimal bisa dilakukan setelah si perempuan datang bulan setelah melakukan kuret. Tidak dianjurkan berhubungan sebelum perempuan datang bulan selanjutnya.

Setelah dikuret, wanita disarankan melakukan aktivitas seperti biasanya karena setelah keguguran masih ada sisa-sisa darah yg akan keluar seperti flek. Sehingga, dengan banyaknya aktivitas & gerak, sisa darah tersebut bisa semakin cepat bersih. Nah, salah satu kondisi yg kerap disebut sebagai tanda-tanda keguguran ialah terjadinya pendarahan. Benarkah apabila ibu hamil mengalami pendarahan, sudah pasti dia keguguran?

Pendarahan ketika hamil bisa jadi ancaman keguguran dalam arti jika ditangani secepatnya & dikenali penyebabnya maka kehamilan dapat diselamatkan. Karena, pendarahan bisa terjadi akibat banyak hal seperti infeksi ataupun erosi pada leher rahim.

Apabila terjadi keguguran, guna membersihkan sisa kantung rahim bisa dengan 2 cara yakni operasi, dengan kuret, ataupun pemberian obat. Ibaratnya, kandungan itu bagaikan buah kelapa dengan daging putihnya merupakan kantung rahim. Jika dengan kuret, sisa daging tersebut harus dikerik & dibersihkan.

Dan, jika dengan menggunakan obat maka perut akan mengeras hingga kram sampai sisa kantung rahim itu bisa dikeluarkan. Cuma saja waktunya cukup lama & menimbulkan rasa tidak nyaman untuk pasien. Karena, prosedur tersebut rata-rata membutuhkan waktu dua tiga hari, namun tergantung juga dari kondisi pasien. Di beberapa orang, ada yg dalam waktu 1 hari sisa kantung rahim dapat langsung dikeluarkan.

Tapi ada juga yg sampai berhari-hari. Untuk melihat sisa kantung rahim pasca keguguran, pasien ada baiknya melakukan USG. Proses kuret sebaiknya dijalani di tempat yg alatnya steril & dikerjakan oleh tenaga medis. Jika alatnya tidak disterilisasi & dilakukan oleh tenaga non medis, hal itu sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan infeksi atau bahkan kematian.

Setelah kuret, kadang-kadang masih ada sisa darah yg ada di dalam rahim. Hal itu tidak perlu dikhawatirkan karena biasanya dalam 2 minggu sisa darah bakal keluar dengan sendirinya.

Cuma saja ada sebagian kecil yg mengalami gangguan keseimbangan hormonal ataupun gangguan pembentukan hormon pasca menggugurkan kandungan. Tapi jika hal itu terjadi maka segeralah konsultasikan ke klinik agar hal tersebut bisa segera diatasi. Yakni dengan cara pemberian obat yg sifatnya mengembalikan system pembentukan hormonal di dalam tubuh bisa kembali normal.
    Baca Juga :


Share this: