Jelaskan Pengertian Halalan Tayyiban

Jelaskan Pengertian Halalan Tayyiban





Pengertian halalan thayyiban, Secara etimologi kata halal asalnya dari halla-yahullu-hallan wa halalan wa hulalan yg artinya melepaskan, menguraikan, memecahkan, membubarkan, membebaskan & membolehkan.

Jelaskan Pengertian Halalan Thayyiban

Sedang secara terminologi, kata halal memiliki arti hal-hal yg boleh & bisa dilakukan karena bebas atau tak terikat dengan ketentuan-ketentuan yg melarangnya. Atau segala sesuatu yg bebas dari bahaya duniawi & ukhrawi. (Mu’jam Mufradat Alfadh al-Qur’an al-Karim, al-Raghib al-Isfahani).

Di dalam Al-Qur’an, kata halal dikatakan untuk menjelaskan sejumlah permasalahan seperti masalah muamalah,  perkawinan, kekeluargaan, & terkait dengan masalah makanan atau rezeki. Tapi lebih banyak digunakan untuk menerangkan masalah makanan, minuman & rezeki.

Halalan Thayyiban

Mengenai kata thayyiban atau thayyib menunjukkan sesuatu yg benar-benar baik. Bentuk jamak dari kata tersebut adalah thayyibaat yg diambil dari thaba-yathibu-thayyib-thayyibah dengan beberapa arti, yakni: zaka wa thahara (suci & bersih), jada wa hasuna (baik & elok), ladzdza (enak, lezat), & halal (halal). (Mu’jam Mufradat Alfadh al-Qur’an al-Karim, al-Raghib al-Isfahani).

Dari dasarnya kata thayyib artinya sesuatu yg dirasakan enak oleh indera & jiwa, atau segala sesuatu yg tidak menyakitkan & tidak menjijikkan.

Sedangkan Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa yg dimaksud dengan thayyib adalah yg membuat baik jasmani, rohani, akal & akhlak manusia. Lawan dari kata thayyib tersebut adalah khabits (bentuk jamaknya khabaits) yakni sesuatu yg menjijikkan & bisa merusak fisik, psikis, akal & akhlak seseorang. (Majmu’ Fatawa).

Makanan Halal & Thayyib

Allah Yang Maha Menciptakan segala-galanya oleh kasih sayang-Nya menganugerahkan bumi & isinya untuk dikelola & dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya buat manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Tapi, bukan berarti manusia bisa memanfaatkan bumi beserta isinya tersebut dengan sebebas-bebasnya tanpa memerhatikan batasan aturan (syariat) Allah.

Termasuk dalam hal makanan & minuman, tidak semua yg ada di bumi ini, baik tumbuhan, binatang, ataupun benda-benda lainnya itu halal & baik (halalanthayyiban) buat manusia. Ada yg memang dibolehkan (halal) & ada yg dilarang (haram). Ada yg baik (thayyib), ada juga yg tidak baik (khabits).

Adapun thayyib berkenaan mengenai standar kelayakan, kebersihan & efek fungsional untuk manusia. Maka, bisa jadi sebuah makanan itu halal namun tidak thayyib bagi manusia ataupun sebaliknya. Maka jika 2 syarat tersebut tidak terpenuhi dalam suatu makanan ataupun minuman, semestinya dia tidak boleh dikonsumsi.

MIsalnya, sate atau gule kambing itu enak & lezat. Tapi, jika kambing tersebut tidak disembelih secara islami, tidak menyebut nama Allah SWT, atau kambingnya hasil curian. Maka sate ataupun gule kambing tersebut menjadi tidak halal & kalian tidak boleh menyantapnya

Atau sebaliknya, kambing tersebut bukan curian, hasilnya dari membeli atau ternak sendiri & disembelih dengan bismillah, tapi orang yg akan menyantapnya lagi dalam darah tinggi memuncak atau menurut kesehatan makan kambing untuk penh=gidap darah tinggi menjadi pantangan. Maka, walaupun makanan itu halal tetapi tidak thayyib bagi penderita darah tinggi.

Begitulah, bukan hanya makan & minum di dunia, tapi ada dampak di akhirat nanti.

Jadi, aktivitas makan & minum bukan semata urusan duniawi. Tapi terkait dengan urusan agama atau ukhrawi

Begitulah, pentingnya kalian menjaga diri kalian, badan kalian hingga dampak akhirat kalian dari makanan & minuman yg kalian konsumsi. Disinilah syaithon terus mencoba menggelincirkan manusia supaya tersesat dari jalan-Nya, dengan mengkonsumsi barang yg haram & khobaits.


    Baca Juga :

Share this: