Akibat Kepala Belakang Terbentur Lantai

Akibat Kepala Belakang Terbentur Lantai





Jatuh merupakan penyebab utama cedera pada anak semua usia yg tidak fatal akibatnya & menjadi penyebab nomor 1 cedera kepala anak dibawah 9 tahun. Biasanya, cedera kepala anak juga terjadi berulangkali pada usia anak-anak dibawah 4 tahun.

Kepala Terbentur Lantai

Cedera kepala anak memang bakal sering terjadi, karena mereka sering bergerak. Mereka berlari, memanjat, berguling, bergelantungan & kemudian kehilangan keseimbangan. Tidak jarang, ketika jatuh kepala anak terbentur lantai hingga benjol atau berdarah.

Jika setelah kepala anak terbentur lantai rupanya dia hanya menangis sebentar, masih mau makan & lalu ceria kembali, tidak ada yg perlu dikhawatirkan. Kalau anak tertidur, ada kemungkinan dia hanya merasa lelah. Luka di kepala juga tidak selalu menandakan masalah yg serius.

Ada banyak pembuluh darah pada wajah & kulit kepala jadi luka di kepala seringkali mengeluarkan banyak darah. Walaupun peristiwa jatuhnya anak adalah hal yg biasa, begitu kepala anak terbentur lantai, tapi ada sejumlah gejala yg harus diwaspadai sampai beberapa minggu kemudian, seperti :

Akibat Kepala Belakang Terbentur Lantai

Pandangan kabur, sulit membaui atau merasa, kehilangan keseimbangan atau sulit berjalan, mual & muntah, pusing, hilang kesadaran, bicara meracau, lesu, lemas, pupil mata membesar, atau ukurannya tidak sama antara kanan & kiri.

Biasanya ketika kepala anak terbentur lantai, dia akan menangis keras, karena terkejut juga kesakitan. Maka harus diwaspadai jika dia tidak menangis, tetapi kemudian terlihat lemas & tidak banyak bicara. Tanyalah apakah dia merasa mual, sulit membaui ataupun merasa, atau telinganya berdenging.

Akibat Terbentur Lantai

Pada bayi yg belum bisa berbicara & berjalan, tanda bahaya apabila kepala anak terbentur lantai ialah :
Tidak mau makan, muntah, menangis dengan suara melengking, lemas, ada benjolan di ubun-ubun (bagian lunak di tengkorak kepalanya)

Cedera kepala pada anak bahkan bisa meninggalkan lekukan atau penyok di tengkorak kepalanya. Segera bawa ke dokter apabila anak menunjukkan tanda-tanda diatas, atau anak kehilangan kesadaran. Karena, hal tersebut menunjukkan ada masalah yg lebih serius dampak dari kepala anak terbentur lantai.

Kenapa kalian harus terus mengawasinya selama beberapa hari atau 2 minggu ke depan, karena gejala-gejala itu terkadang tidak langsung terlihat ataupun dirasakan. Jika anak tertidur, memang sedikit sulit menentukan apakah dia tidur ataukah kehilangan kesadaran.

Kehilangan kesadaran memberitahukan bahwa anak mengalami gegar otak, jadi gejala inilah yg pertama kali ditanyakan oleh dokter saat kepala anak terbentur lantai. Bahkan gegar otak yg paling ringan bisa juga menyebabkan kelelahan & pusing berulang-ulang, yg bisa terjadi berhari-hari seusai kepala anak terbentur lantai.

Gegar otak yg lebih serius akan mengakibatkan anak mengalami kesulitan tidur & masalah perilaku. Hal itu dapat memengaruhi kemampuannya berkonsentrasi di sekolah.

Jadi, saat bertanya apakah cedera kepala karena terbentur lantai membuat anak kehilangan kesadaran, dokter akan melakukan pemeriksaan saraf yg mendasar untuk mengecek penglihatan, refleks, pendengaran & keseimbangannya.


    Baca Juga :

Share this: