www.desywulandari.com

Anak Meninggal Dalam Kandungan Menurut Islam



Meninggalnya Anak Di Dalam Kandungan

Setiap ibu tentu saja ingin ada seorang bayi ditengah-tengah kehidupan mereka. Hasil hubungan yg diikat oleh tali pernikahan yg sah adalah anugerah sangat bernilai yg Allah berikan kepada mereka.

Tapi terkadang takdir Allah berkehendak lain, bayi yg selama ini sangat dinanti harus mengalami keguguran. Banyak diantara bunda begitu kecewa, kesal, bahkan tidak sedikit dari mereka selalu menyalahkan takdir yg Allah sudah tetapkan.

Anak Meninggal Menurut Islam

Bagi ibu yg mengalami kejadian seperti itu, dianjurkan agar bersabar menghadapi ujian yg Allah berikan. Karena sesungguhnya, jika seorang ibu yg sabar menghadapi takdir & mengharapkan pahala dari Allah SWT, maka bayi yg keguguran akan menarik tali pusar ibunya untuk masuk ke dalam surga.

"Dari Muadz bin Jabal dari Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya bayi yg meninggal (karena) keguguran akan menarik tali pusar ibunya ke dalam surga jika dia bersabar mengharap pahala dari Allah." (HR. Ibnu Majah)

Dari keterangan di atas sejatinya bagi seorang muslim, akan ada balasan yg membahagiakan ketika mengalami suatu musibah & bersabar atasnya. Kesabaran seorang ibu yg sudah keguguran juga sudah Rasul janjikan akan ditarik oleh bayinya untuk masuk ke dalam surga.

Keguguran adalah sebuah kejadian yg sangat menyakitkan dan juga menyedihkan, terutama untuk mereka yg lagi menanti-nanti datangnya seorang bayi yg akan menceriakan sebuah rumah tangga.

Tapi takdir Allah memang tidak ada yg tahu & dengan sabar, maka Allah akan melimpahkan rahmat-Nya kepada suami istri tersebut. Ingatlah bahwa saat seorang ibu mendapati dirinya keguguran & bersabar dengan kejadian itu, maka Allah tidak akan menyianyiakan kesabarannya dengan menghadiahi surga yg seluas bumi & langit.

Lalu bagaimana dengan mereka yg menggugurkan kandungannya dengan sengaja?

Jawaban untuk pertanyaan ini bisa dilihat di dalam hadis berikut ini:

"Dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasululloh menetapkan hukuman di dalam menghilangkan nyawa janin dengan diyat, yaitu memerdekakan seorang hamba sahaya boleh laki-laki atau perempuan. Kemudian orang yg menerima hukuman tersebut berkata, "Apakah kami wajib membayar diyat untuk sosok manusia yg belum bisa makan & minum, tidak berteriak & tidak menangis & hal semacam itu sia-sia?" Rasululloh lalu bersabda, "Sesungguhnya orang ini berbicara dengan ucapan penyair, dia dikenakan memerdekakan seorang budak, laki-laki atau perempuan." (HR Bukhari & Muslim)

Banyak sekali sekarang pemberitaan dimana wanita yg masih belia tega untuk menggugurkan kandungannya secara sengaja cuma karena belum menikah. Sikap yg seperti itu adalah pengguguran bayi tanpa alasan yg tidak dibenarkan oleh agama & seperti yg sudah Rasul katakan, dia harus membayar diyat berupa memerdekakan budak.

Bukan hanya membayar diyat, kehamilan di luar pernikahan merupakan sebuah dosa besar yg diawali dari perzinahan yg semakin merebak. Mengenai dengan kisah kelahiran Nabi Isa, maka hal itu adalah tanda kekuasaan Allah. Maryam tak pernah disentuh sedikitpun oleh laki-laki, apalagi melakukan hubungan seperti suami istri. Semua itu merupakan bukti bahwa Allah Maha Kuasa atas apapun.

Kalau sekarang ada seorang wanita yg hamil tanpa diketahui siapa ayahnya, itu tidak sama seperti kisah Nabi Isa. Wanita-wanita tersebut sebetulnya sudah melakukan zina & si laki-laki tidak mau bertanggung jawab dengan apa yg sudah diperbuatnya.

Sehingga sempurnalah dosa bagi wanita yg hamil di luar nikah & menggugurkan kandungannya. Bahkan tidak sedikit contoh dimana mereka menghilangkan nyawa janin yg sudah berubah menjadi bayi.

    Baca Juga :


Kategori : Artikel

Terimakasih sudah membaca Anak Meninggal Dalam Kandungan Menurut Islam. Jangan lupa untuk berbagi...


Back To Top