Antar Tuyul Grab

Antar Tuyul Grab



Tujuh pengemudi grab ditangkap polisi akibat mengantar 'tuyul'. Caranya mereka memcurangi pihak Grab sehingga di aplikasi seakan-akan mengantar penumpang tapi sebenarnya mereka lagi ada di rumah. Sedikitnya mereka bisa meraup Rp 50 juta dari usaha mengantar 'tuyul' tersebut.

Antar Tuyul Grab

"Awalnya kita driver Grab asli, kita sering begadang di warkop yang ada di Boulevard, untuk mencari insentif. Kita sering ditembak (order fiktif), sampai bonus kita pun tidak cair," ujar salah satu dari sopir pengantar 'tuyul' dalam jumpa pers yang ada di Mapolda Sulsel, Senin (22/1/2018).

Mereka itu mengaku terpaksa memilih mengantar penumpang fiktif / 'tuyul' akibat faktor himpitan ekonomi & terbelit cicilan mobil yg terus melejit. "Akhirnya kita kejar setoran buat cicilan mobil sampai kita mulai mencobanya semenjak awal tahun 2018," ucapnya.

Sebelumnya, aparat polisi menangkap 7 orang pengemudi taksi online Grab pengantar 'tuyul' yang ada di Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka ditangkap akibat melakukan illegal access terhadap system elektronik Grab.

Menurut Kabid Humas Polda Sulawesi selatan, Kombes Dicky Sondani, pelaku menjalani aksinya, dengan modus mempunyai lebih dari 1 akun pengemudi Grab, dengan identitas yg berbeda-beda. Kemudian mereka memasang suatu software yg dipelajari dari internet, buat melakukan aksi kecurangan tuyul nya tersebut.

"Pelaku bisa mengendalikan GPS jadi terlihat seolah-olah seperti lagi bekerja mengantarkan pelanggan atau diistilahkan 'tuyul'. Itu dilakukan berulang kali dengan akun yg berbeda, sampai mencapai bonus tanpa bekerja," ujar Dicky Sondani.

Akibat ulahnya, ketujuh pelaku pengantar tuyul Grab tersebut, akan dikenakan UU Berita & Transaksi Elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 21 miliar.
    Baca Juga :


Share this: