Cara Berobat Dengan Bpjs Di Klinik

Cara Berobat Dengan Bpjs Di Klinik



Cara Berobat Dengan Bpjs Di Klinik


Peserta BPJS adalah setiap orang, termasuk juga orang asing yg bekerja paling singkat 6 bulan di Indonesia, yg sudah membayar iuran. Artinya, dengan BPJS, semua orang bisa menikmati perlindungan jaminan kesehatan dengan harga yg terjangkau.

Syarat utama untuk mendapat pelayanan kesehatan dari BPJS adalah mempunyai kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk dijadikan bukti pasien sudah terdaftar jadi anggota BPJS.

Untuk lebih lengkapnya berikut dibawah ini beberapa tata cara menggunakan BPJS Kesehatan:

-Pastikan kalian membawa kartu BPJS Kesehatan ketika berobat ke dokter, puskesmas, ataupun klinik untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya. Harus mempunyai surat rujukan dari klinik, puskesmas, atau dokter yg sudah dipilih.

-Untuk melakukan rawat jalan ataupun penanganan lebih lanjut, seperti rawat inap di rumah sakit, ada baiknya pasien terlebih dahulu mempersiapkan perlengkapan dokumen. Kelengkapan tersebut dibutuhkan untuk mempermudah proses administratif ketika kalian harus dirawat ke rumah sakit.

Alur Berobat dengan BPJS di Rumah Sakit

Berobat di Puskesmas (Faskes Tingkat I)

Jika kalian sedang sakit & ingin memeriksakan keadaan ke dokter, langkah awal adalah datang ke puskesmas (ataupun fasilitas kesehatan tingkat I lainnya) terlebih dahulu. Nanti di puskesmas, harus menunjukkan kartu puskesmas & kartu BPJS, lalu menunggu sampai dipanggil masuk ke ruangan dokter. Di ruangan dokter, dokter akan memeriksa apakah pengobatan cukup dijalani di puskesmas ataukah perlu dirujuk ke RSUD (fasilitas kesehatan tingkat II). Kalau dirujuk ke RSUD pastikanlah surat rujukannya sudah distempel.

Jika terjadi perbedaan alamat KTP & lokasi fasilitas kesehatan I, peserta bisa memilih Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sesuai dari alamat domisili terakhir (tidak harus sama seperti alamat di KTP Peserta).

Selama peserta berobat ke fasilitas kesehatan yg sudah ditunjuk, proses jaminan kesehatan BPJS bisa dilakukan. Jika  kalian sedang di luar kota lalu sakit, dan Fasilitas kesehatan I ada di daerah lain, BPJS itu berlaku secara nasional. Peserta harus datang dulu ke kantor BPJS terdekat. Kantor BPJS bakal menunjukkan Fasilitas kesehatan I yg bisa digunakan untuk mendapat layanan kesehatan. Jadi, pada prinsipnya, di wilayah mana saja di Indonesia peserta bisa menggunakan BPJS. Jika kalian ingin mengganti Fasilitas kesehatan I,  harus menjadi peserta BPJS selama paling tidak tiga bulan.

Berobat di RSUD (Fasilitas kesehatan tingkat II)

Jika pengobatan untuk penyakit kalian tidak mampu dilakukan di puskesmas, kalian akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ataupun Fasilitas Kesehatan Tingkat II lainnya yg bekerja sama dengan BPJS. Harus diketahui, tak semua rumah sakit swasta bekerja sama dengan BPJS.

Daftar ke loket pendaftaran, untuk mendapatkan Kartu Rumah Sakit, kemudian menuju ke loket BPJS.

Di loket jaminan harus dipersiapkan: kartu rumah sakit, fotokopi KTP & Kartu Keluarga (KK), fotokopi surat rujukan puskesmas, fotokopi kartu BPJS, siapkan dobel atau lebih.

Setelah antre di loket jaminan, kalian akan mendapatkan Surat Jaminan yg disebut Surat Elijibilitas Peserta (SEP). SEP cuma berlaku 1 hari. Jika besok harus kembali lagi, kalian harus antre lagi buat mendapatkan SEP.

Langkah seterusnya adalah pergi ke poli yg kalian tuju. Serahkan SEP ke perawat & menunggu panggilan dokter sesuai nomor antrian.

Di ruang dokter kalian harus ceritakan kondisi & keluhan, nanti dokter akan mendiagnosa penyakit kalian, lalu akan memberikan resep obat. Mungkin kalian butuh pemeriksaan labolatorium (lab). Jika kalian mendapatkan formulir lab, pastikanlah sudah distempel poli.

Setelah dari ruang dokter, kalian harus kembali lagi ke loket jaminan yg pertama tadi untuk legalisasi resep. Di sini kalian harus siapkan SEP & resep yg sudah distempel poli, siapkan dua rangkap (fotokopi) atau ikuti aturan dari RSUD.

Setelah resep dilegalisasi, pergilah ke apotik rumah sakit untuk mendapat obat. Jika pengobatan yg kalian butuhkan tidak tersedia di RSUD, barulah dokter akan merujuk kalian ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional yakni RSCM (Faskes tingkat III). Pastikanlah surat rujukan sudah distempel.

Berobat di RSCM (Fasilitas kesehatan Tingkat III)

Lakukan pendaftaran pasien baru untuk mendapat Kartu Rumah Sakit, kemudian ambil nomor antrian untuk mendapat SEP. Untuk mendapatkan SEP, kalian harus menunjukkan semua dokumen asli (tak perlu fotokopi) berikut ini: KTP, Kartu Rumah Sakit, kartu BPJS, rujukan dari puskesmas & rujukan RSUD.

-SEP kalian dapat terdiri atas trey rangkap, warna putih, merah & kuning. Fotokopi SEP 2 kali untuk kebutuhan legalisasi resep.

-Pergilah ke poli yg kalian tuju & serahkan kartu rumah sakit & SEP asli yg putih. Menunggu antrian untuk masuk ke ruang dokter.

-Dari ruang dokter, dokter akan memberikan resep, lalu menyerahkan SEP (asli & fotokopi) serta resep untuk distempel.

-Untuk legalisasi resep, harus mempunyai tiga lembar SEP (warna merah asli & fotokopinya dua kali) serta resep asli & fotokopinya dua kali, juga foto kopi untuk legalisasi & pengguna BPJS menuju ke apotik, untuk mengambil obat.
    Baca Juga :


Share this: